Jurus sakti menaklukan fisika dan cinta

Jumat, 25 Maret 2011
dikutip dari penulis jurus sakti menaklukan fisika sma
Fisika , kata sederhana berjuta makna. Yang akan membawamu menelusuri keindahan alam semesta. Hal-hal yang ada dalam kehidupan mu sehari-hari, kelapa yang jatuh dari pohonnya , bagaimana suara terdengar sampai ke telingamu. Hingga terciptanya alam semesta , apakah mesin waktu itu ada dan bagaimana mesin itu bekerja. Semua itu akan kamu temukan dalam ilmu fisika. Entah apa yang ada dibenak ini, yang jelas betapa menakjubkan warna pelangi jika kamu lihat dari sudut pandang fisika, sebuah mahakarya yang mempesona.”
Aku seorang gadis sederhana yang baru saja memasuki dunia sma tapi langsung mempunyai musuh raksasa yang nyaris membuat ku sesak napas mengingatnya “FISIKA” . tapi sepertinya pelajaran itu tidak mau tahu sama sekali dendam kesumatku padanya , ia tetap meneror ku dengan rumus dan lambang-lambang yang bisa kulukis menjadi batik kalau aku  mau.
Dan minggu depan ada ulangan harian fisika. Fisika pelajaran pertama dari jadwal hari itu, masa pagi-pagi aku harus sarapan fisika sih ?? Tapi aku harus berjuang jika ingin masuk dengan duduk tenang dikelas IPA nanti,  ya.. itu cita-cita ku dan cita-cita terbesar ayah dan ibuku. Semoga saja aku tidak mengecewakan mereka dan diriku sendiri. Dengan menguatkan tekad memberantas nilai do re mi dari kertas nilai ulangan, aku belajar mengerjakan 20 soal latihan yang yang ada di buku lks fisika saat di perpustakaan.  Hanya 15 menit kemudian aku sudah menyusuri indahnya mimpi.
Tiba-tiba ada yang mengguncang bahu ku , aku masih diam saja. Lalu ada yang kembali menepuk bahu ku , tidak ada reaksi. Ada yang memukul kepala ku pelan dengan buku, aku hanya bergumam.  
“JANE !!” teriak seseorang cowok dengan berkekuatan 3 skala Richter. Aku langsung membuka mataku dan duduk dengan tegak , dan dengan mantap kepalaku beradu dengan dagu orang tersebut.
“Aw !” ia sampai terdorong ke belakang.
“Aduh.. eh , maaf maaf ” aku masih meringis karena mimpi ku tadi langsung terlupa karena benturan tadi.
“Kenapa ? ada apaan lo bangunin gue ?”
“Ga kenapa-kenapa , iseng doang” katanya tanpa dosa , bahkan mimik mukanya cuma menampilkan satu emosi. Cekikikan.
Ingin rasanya aku menimpuk wajahnya dengan buku fisika tebal yang menjadi bantalku tadi , jadi biar lengkap kebentur nya nggak di dagu doang. Tapi karena kejadian tadi sudah cukup menimbulkan desisan marah dari penjaga perpustakaan, aku memutuskan rasionalku kali ini menang.
“Gue lagi belajar tauk ! ganggu aja nih..” aku berbisik kepadanya.
“lo lagi belajar apa lagi tidur sih ? lagian emang masuk apa fisika ke dalam otak kalau cuma dibayangin dalam mimpi ? kalau itu bisa, semua orang di dunia ini bisa sekelas sama Albert Einstein”  dan dia BERSERU bukan berbisik.
Ugh, sial. Kata-katanya cukup membuat ku kehilangan bantahan. Aku selalu kalah bicara dari orang ini. Cowok ini memang jenius dalam banyak hal, salah satu nya membuat orang setengah mati jengkel kepadanya. Itu pendapatku. Tapi pendapat orang lain Daniel adalah seorang jenius matfiskim, pemenang olimpiade fisika , jago olahraga, peringkat 1 di kelas, dan bla bla bla.
“hmm, iya deh” aku berpura-pura untuk tidak membantah
“lagian rumus fisika jangan Cuma di hapal, tapi coba untuk mengerti! Emangnya lo sanggup ngapalin lebih dari 20 rumus utama dan rumus turunannya? hahaha” tanpa basa-basi lagi ia melangkah pergi membawa buku dan meninggalkan ku pergi.
Sepertinya cowok ini cukup menyatakan terompet perang kepada ku.
Malam harinya aku berusaha keras melanjutkan latihan mengerjakan soal-soal fisika. Aku berusaha untuk menyelesaikannya dalam kertas dan logika yang tepat, tapi sayangnya aku malah terbuai untuk membaca novel shakespare yang tersusun rapi di rak buku. Godaan itu semakin kuat saat dari 20 soal yang ku kerjakan hanya 5 yang berhasil terpecahkan, itu juga hanya soal tentang teori bukan rumus. Aku yakin cerita-cerita romantis shakespare akan membuatku lebih rileks dan menekan keinginan ku untuk merobek-robek buku fisika itu. Tak lama kemudian, aku sudah bermimpi menjadi juliet yang cantik bertemu dengan romeo yang tampan.
                                                                                        
 Oke , apa tadi mimpi ku semalam ? bukankah aku bermimpi berdansa semalaman dengan romeo ? lalu ada apa dengan nilai ulangan fisika yang baru saja dibagikan hari ini ? kenapa banyak coretan bertinta merah ? belum lagi ada nilai yang terbentuk sangat besar di kotak nilai. 55.                               Apa ini ? yakin nggak ketuker sama kertas lain ? kenapa ada bilangan itu diatas kertasku ? padahal aku menjawab dengan benar nomor 1 tentang apa isi teori hukum newton secara lengkap. Dan juga 6 nomor lainnya yang dapat kuselesaikan dengan baik (sayangnya guruku tercinta tak dapat membaca alur rumus dan jawaban yang ku buat).
Rasanya aku ingin menangis. Perjuangan ku semalam suntuk tidak membuahkan hasil. Finna  , sahabatku berusaha menenangkanku. Dengan baik hati ia mengoreksi kertas ulanganku tanpa memarahiku, ia juga mau meminjamkan catatan fisikanya yang rapi dan lengkap untukku. Tapi tetap saja saat aku berusaha membacanya aku tidak bisa mengerti.
Tatapan ku masih sayu saat makan siang di kantin. Finna sedang mengerjakan tugas bahasa indonesia yang telah kuselesaikan 2minggu yang lalu. Aku mencari tempat untuk makan mie ayam kesukaanku, tapi sayangnya tempat yang tersisa hanyalah meja tempat  Daniel duduk. Ia hanya duduk sendiri di meja itu. Aku melangkahkan kaki dengan lesu ke mejanya.
“hei.. boleh gue duduk disini ? yang lain penuh..” kata ku.
“boleh aja” katanya acuh tak acuh , ia masih menikmati nasi kuning spesial telor pedas.
“oh ya, kalau boleh nanya.. tadi ulangan lo dapet berapa ?” tanya ku hati-hati
“99” katanya singkat, lidahnya kepedasan karena sambal goreng itu. Ada rasa sedikit bersyukur didalam hatiku. Hehehe .
“wow , kok bisa sih ? gue aja Cuma dapet.. nilai dibawah lo..” aku menyembunyikan kenyataan ada angka tersebut di atas kertasku.
“apa sih yang buat lo bisa banget fisika ? belajar 12 jam sehari ya ?” tanyaku .
“memangnya apa pelajaran yang lo sukai ?” tanya dia balik, dia mengibaskan rambut yang keringatan.
“bahasa indonesia, sejarah , biologi, pokoknya ga pake rumus. Memang kenapa ?”
“tahu nggak , kalau fisika itu ada setiap pelajaran yang kita pelajari. Bahkan ada di setiap kehidupan kita dengan alam semesta.” Ujarnya panjang lebar setelah minum air putih disebelahnya.
“masa sih ? bukannya bahasa juga mengelilingi kehidupan sehari-hari kita ? tanpa bahasa tak seorang pun bisa berkomunikasi”
“iya, gue juga tahu itu.”
“terus, contohnya ??”
“lo tau teori Gerak lurus beraturan ? itu berawal dari seorang anak laki-laki muda pemurung yang suka duduk dibawah pohon apel sendirian. Merindukan seorang ayah yang sangat ia impikan, namun tak kunjung datang. Anak laki-laki berbakat itu bernama Sir Isaac Newton, seorang berkebangsaan inggris yang akan selalu disebut-sebut namanya dalam buku fisika di seluruh dunia. Ia yang pertama kali memperkenalkan kita tentang gerak dan gaya, karena dia kita bisa menghitung kecepatan atau berapa lama seseorang akan tiba disuatu tempat. Semua itu terjadi di kehidupan kita kan?” katanya bercerita panjang lebar.
Saat ia menceritakan hal tersebut, imajinasi ku juga ikut membayangkan seorang anak kecil yang menunggu kehadiran ayahnya, Karena tak sabar menunggu ayahnya, ia menghitung jarak dan kecepatan waktu ayahnya sehingga dapat diperkirakan kapan ayahnya akan tiba dirumah. Itu adalah salah satu imajinasi ku. Imajinasi ku yang lain adalah wajah daniel saat bercerita entah mengapa menjadi sangat tampan dan mempesonaku. Mata nya sangat berbinar, memang sudah sejuta cewek yang menyadari itu tapi aku baru menyadari hal itu sekarang. Aku hampir terbengong sendiri dan mengacuhkan mie ayam ku. Maafkan aku mie ayam, tapi cowok ini membuat ku lebih berselera dengan fisika. Hahaha.
Mulai saat itu, aku menjadi sangat bersemangat saat belajar fisika. Pemahamannya tentang fisika telah membuka mataku. Ia mampu mengajarkan fisika kepadaku yang agak sedikit lemot ini menjadi pelajaran yang hangat di hati dan telingaku. Setiap aku mengerjakan soal-soal fisika wajahnya kembali terbayang, seperti stimulan atau vitamin. Aku jadi menyadari diriku tidak sebodoh yang aku bayangkan.
Aku mencoba melakukan teori yang sama pada pelajaran matematika dan kimia. Dan hasilnya, not bad... ulangan matematika terakhirku mendapat 88. Nilai ku dibawah nilai daniel dan finna tentu saja. But everythings feel good when you can say good bye to remedial test !! hahaha.
Dengan perkembangan pesat itu, aku juga mendapatkan perhatian lebih dari biasanya. Dari guru, teman cewek, cowok, wali kelas,wakil kepala sekolah, kepala sekolah, ibu kantin, OB, sampai langganan tukang bakso ku !! eh, nggak juga ding hehe.
Slow but sure this feeling can’t be hidden anymore. Aku tahu aku kemakan karma ku sendiri. Tapi jika aku tidak dapat menyatakannya kepadanya, dewi cinta mana mungkin bisa membantuku ? Di mata ku tak ada lagi cowok yang kulihat dengan jelas kecuali daniel.
Yes , i think i fallin for you.....
                                                                                
Aku sedang membaca majalah Kawanku yang baru setelah membeli buku kumpulan soal matematika, itung-itung refreshing dan menambah wawasan. Dengan mata berbinar-binar aku memandang rubrik Kawanku edisi kali ini. Aku memandangnya seperti sebuah harta benda peninggalan Atlantis yang hilang jutaan tahun lalu tapi tiba-tiba saja aku menemukannya saat sedang berlibur. Oke aku mengkhayal tingkat tinggi. Tapi berharganya tips ini sama berharganya ! ohh.. aku tak sabar ingin mencobanya ke daniel !! ><
Esok pagi nya disekolah.
 Aku sudah mengingat betul apa saja yang ingin kutanyakan. Yaitu 10 QUESTIONS TO GET TO HIM. Setidaknya sebelum aku menyatakannya aku harus tahu dulu apakah bertepuk sebelah tangan atau tidak. Akan ada pilihan yang ku berikan kepadanya. Kebetulan sekali pagi-pagi saat bel belum berbunyi dan masih sepi. Aku menghampirinya yang sedang mendengarkan ipod.
“hai daniel.. sorry gue ganggu , tapi gue pengen ngasih pertanyaan kayak survei gitu.. boleh kan ??” tanyaku dengan senyum manis terbaik.
“ohh.. boleh kok. Tanya gue apa aja .” dia tersenyum manis kembali. (jika anda susah membayang kan seperti apa senyumannya anggap saja artis favoritmu yang sedang tersenyum manis, minimal justin bieber)
“oke, pertanyaan pertama. Menurut lo cafe atau restoran ?”
“warung kopi.. lebih murah” (WHAT ? oke baru pertanyaan pertama , tenaang..)
“double date atau date berdua ?”
“gue biasa nge date bareng si blecky keliling kompleks” (BLECKY ?? Ya tuhaan)
“patungan atau dia bayarin?”
“mending patungan berdua aja” (aku menepis kriteria cowok matre)
“cokelat atau mawar ?”
“gue sukanya gula asem” (harii gini ? tapi emang lebih sehat sih..)

“nama asli atau nama lengkap biasa lo panggil cewek?
“nama lengkap , kalo bisa gue udah cek dulu akta kelahirannya.”( O-ow , bagaimana kalau di lihat nama asli ku juminem ???eits, bohong kok)
“okee , box office atau romantic comedy yang lo suka ?”
“sebenarnya gue suka fiksi ilmiah , tapi karena mahal gue suka nonton layar tancep.”  (tenang , kalau aku presiden amerika akan kuminta hollywood turunin harga !!)           
“sms or calls buat hubungin secret admire lo? Seandainyaa...” (itu gue ><)
“surat aja deh , sayang pulsa” (sepertinya harapanku  jatuh lebih cepat daripada semangka jatuh dari lantai 12) sumpah, ini orang kayaknya jenius ngelawak juga deh.
Kira-kira seperti itulah tanya jawabku dengan daniel. Well, memang tidak boleh bergantung pada hal itu. Tapi tetap saja saat aku sesak saat mencocokkan jawabannya daniel dengan hasil di majalahku dia tidak masuk dalam kategori cowok apa pun(iyalaah, pilihannya Cuma A atau B tapi dia jawabnya C ) . Tapi tak apalah, aku janji mentraktirnya cornetto karena telah mau menjawab pertanyaan ku tadi dan tidak menanyakan lebih jauh. Kalau kata titiek puspa , jatuh cinta berjuta nikmatnyaa.. hahaha.
                                                                                             
1 bulan lagi akan diadakan olimpiade fisika di sekolah ku. Daniel tentu saja sudah pasti kandidat utama nya, kandidat kedua adalah finna . tapi dibutuhkan tiga orang dalam tim. Oh Tuhan, aku sangat berharap kalau kesempatan itu datang kepadaku. Hingga ...

“Jane... kita berusaha keras ya buat olimpiade minggu depan !! aku senang sekali kita bisa bersama!” kata finna sambil merangkulku. Aku balas kegirangan dan merangkulnya kembali.

Wow , terima kasih Tuhan engkau memang maha pengasih dan penyayang engkau tahu betul apa yang menjadi keinginanku.                                                                                                                            Daniel mengucapkan selamat dan menawarkan diri untuk membantu ku. Ia tersenyum ke arah ku atau bukan,  Kearah finna kah? Karena senyum itu senyum termanis yang pernah kulihat dari dirinya. Aku sering melihat mereka jalan berdua. Wajahku memerah melihat senyumnya, seperti memang sudah rangkaian yang sesuai sekali di wajahnya. Dan aku berharap dugaanku salah...
                                                                                                ***       
Akhirnya, hari yang dinantikan oleh kami semua tiba. Kami bertiga dan kelompok lain membawa nama baik sekolah kami. Setelah perjuangan panjang dan keras kami mengasah otak , kami ingin membuktikan bahwa itu semua tidak sia-sia. Setelah meminta restu dengan papa mama, bibik, kakak, adik, tante, om, oma opa, sahabat dan langganan mie ayam aku merasa lebih baik, oh ya wali kelas dan guru juga kepala sekolah ku juga(tentu saja). Jika aku memenangkan olimpiade kali ini akan aku nyatakan langsung perasaan ku pada daniel. Walaupun jika kenyataannya daniel telah dimiliki finna. Dan hasilnya segera keluar. Aku dan finna bersaing ketat, di dalam tim juga dinilai individualnya. Akhirnya hasilnya , daniel memenangkan medali emas. Finna medali perak. Dan aku perunggu. Baiklah, aku menerima itu dengan hati yang besar. Mereka memang yang terbaik. Dalam fisika pun perlu ditemukan terlebih dahulu kegagalan baru sebuah penemuan yang abadi.
tiba-tiba aku terkejut dengan medali emas yang dikalungkan kepadaku. aku terperangah melihat medali tersebut.
"dear jane , maukah kamu ngedate berdua untuk ku??"
huaaa.. hatiku berlonjak senang sekali !!!
"ya, jika ayahku mengijinkan.. hahaha" hatiku lepas sekali.. kemenangannya kali ini seperti menyihirku. jika di masukkan dalam persamaan logika perasaan ini tidak ada di logika matematika sekalipun. yang ada hanya logika cinta.

**NB::
Ini cuma cerita fiksi karangan gue sendiri , jadi maklum masih amatir ^^

0 komentar:

Posting Komentar